Mengikuti Ajaran Nenek Moyang Daripada Wahyu

Jangan sampai kita termasuk golongan yang hanya “membeo” nenek moyang dalam pokok ajaran agama. Mereka itu lebih sesat daripada binatang ternak, sebagaimana Allah ta’ala ceritakan:

“Bahkan mereka berkata, “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut satu ajaran, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mengambil petunjuk dari jejak mereka.” (Az-Zukhruf:22)

Allah sifati mereka,

“Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak) itu.)” (Al-Furqan:44)

Mereka disebut lebih sesat daripada binatang ternak dikarenakan tidak mahu menggunakan anugerah (akal) yang diberikan. Andaikan mereka mau, walau sebentar, untuk merenung dan mempergunakan anugerah (akal) tersebut, niscaya mereka akan menemukan ayat-ayat Allah yang menghantarkan kepada jalan yang lurus.

—————————————————————————

Sumber: Catatan no.7, Al Bayan Mufid fii maa Ittafaqa alaihi Ulama Makkah wa Nejd min Aqaaid at-Tauhid, Abdullah al-Ali as-Sultan, versi Indonesia

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s